Beni Satryo
BPMF - Mahasiswa Filsafat
adalah mahasiswa yang tidak pernah berhenti untuk berpikir. Mereka dituntut
untuk terus memikirkan banyak hal. Mulai dari persoalan ketuhanan, jati diri,
moral, alam semesta, masyarakat, hingga stabilitas politik nasional. Tak heran
ada beberapa mahasiswa Filsafat yang merasa pilihannya untuk menempuh gelar
sarjana di fakultas ini salah sasaran. Namun, bagi mereka yang memang gemar
berpikir, fakultas mini ini adalah surga bagi mereka.
Berpikir merupakan
aktivitas untuk menemukan atau membongkar satu atau dua hal guna mencapai
sebuah kebenaran. Apabila kebenaran tak kunjung ditemukan, pasti ada yang salah
dari cara berpikirnya. Namun, ada kalanya kebenaran itu bisa dicapai melalui
cara-cara berpikir yang salah dan ngawur,
dan tentunya kebenaran yang dicapai adalah kebenaran yang ngawur juga. Hal inilah yang mengilhami munculnya Teka Teki Silat.
| Salah satu contoh Teka Teki Silat yang pernah beredar |
Teka Teki Silat
adalah sebuah hiburan khas mahasiswa Filsafat. Hiburan ini muncul sebagai
reaksi atas kemalasan menerapkan metode-metode berpikir dalam menemukan sebuah
jawaban. Hiburan ini hanya bermodalkan kertas yang telah digambar kotak-kotak
kosong yang membentuk pola tertentu (sebagaimana teka-teki silang pada umumnya).
Hal yang menarik adalah jawaban-jawaban yang diminta oleh kotak-kotak kosong
tersebut adalah jawaban-jawaban plesetan. Misalnya, pertanyaan mendatar 6 kotak
adalah daun apa yang berlubang pada bagian tengahnya, maka jawaban yang sesuai
adalah daunat.
Kehadiran Teka Teki
Silat ini mampu memberikan sebuah ruang untuk menertawakan diri sendiri.
Mahasiswa Filsafat yang selalu diajarkan untuk berpikir secara logis, tidak
dituntut untuk mengamalkan ajaran-ajaran tersebut. Mereka hanya dituntut untuk
berpikir liar,bebas, dan tak logis dalam menjawab teka teki itu. Meskipun liar,
bebas dan tak logis tapi mereka masih melakukan aktivitas berpikir untuk
menemukan jawaban yang liar, bebas dan tak logis pula. Hal inilah yang membuat
mereka terhibur tanpa mengistirahatkan pikiran mereka.
Teka teki seharga
Rp.500,- ini menjanjikan segelas es teh bagi mereka yang mampu menjawab semua
teka teki yang diberikan. Hadiah yang lebih dari cukup untuk kembali
menyegarkan pikiran, sebelum metode berpikir yang logis kembali menyentuh
pikiran mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar