Beni Satryo
BPMF - Laboratorium komputer yang ada di Fakultas Filsafat tampaknya tidak dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa. Ruangan yang berada di gedung A sebelah selatan Perpustakaan Filsafat ini setiap hari tampak sepi pengunjung. Bila ada yang berkunjung, hanya memanfaatkan jasa printer yang memang disediakan oleh pihak pengelola fakultas. Sedianya laboratorium ini untuk menunjang kebutuhan mahasiswa dalam memanfaatkan internet, seperti mengunduh artikel, jurnal, dan mengakses informasi-informasi penting yang dapat digunakan sebagai bahan referensi dalam membuat tugas-tugas perkuliahan.
Namun kehadiran komputer jinjing dan modem dengan harga yang saat ini sudah relatif terjangkau, membuat mahasiswa enggan memanfaatkan fasilitas tersebut. Apalagi komputer jinjing dan modem tersebut praktis, bisa digunakan dimana saja, dan relatif lebih cepat dibandingkan dengan fasilitas internet yang disediakan kampus. Kehadiran modem ditengah-tengah mahasiswa, bukan satu-satunya faktor yang membuat laboratorium komputer di Fakultas Filsafat sepi pengunjung. Faktor lainnya adalah performa komputer yang tersedia di laboratorium tersebut tidak maksimal. "Lemot banget komputernya, suka hengki (baca : hang), belum lagi internetnya", ujar seorang mahasiswi yang tak mau disebutkan namanya.
Ada baiknya pihak fakultas selaku pengelola memperhatikan belasan komputer yang mangkrak dan jarang disentuh oleh mahasiswa. Peningkatan performa komputer dan bila tidak menutup kemungkinan penambahan kuota internet supaya aksesnya lebih cepat bisa menjadi solusi agar laboratorium ini bisa dimanfaatkan secara maksimal. Ruangan yang ditutupi karpet hijau dan sangat nyaman ini bahkan kalah ramai dengan toilet yang tak jauh berada di sebelahnya.
BPMF - Laboratorium komputer yang ada di Fakultas Filsafat tampaknya tidak dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa. Ruangan yang berada di gedung A sebelah selatan Perpustakaan Filsafat ini setiap hari tampak sepi pengunjung. Bila ada yang berkunjung, hanya memanfaatkan jasa printer yang memang disediakan oleh pihak pengelola fakultas. Sedianya laboratorium ini untuk menunjang kebutuhan mahasiswa dalam memanfaatkan internet, seperti mengunduh artikel, jurnal, dan mengakses informasi-informasi penting yang dapat digunakan sebagai bahan referensi dalam membuat tugas-tugas perkuliahan.
Namun kehadiran komputer jinjing dan modem dengan harga yang saat ini sudah relatif terjangkau, membuat mahasiswa enggan memanfaatkan fasilitas tersebut. Apalagi komputer jinjing dan modem tersebut praktis, bisa digunakan dimana saja, dan relatif lebih cepat dibandingkan dengan fasilitas internet yang disediakan kampus. Kehadiran modem ditengah-tengah mahasiswa, bukan satu-satunya faktor yang membuat laboratorium komputer di Fakultas Filsafat sepi pengunjung. Faktor lainnya adalah performa komputer yang tersedia di laboratorium tersebut tidak maksimal. "Lemot banget komputernya, suka hengki (baca : hang), belum lagi internetnya", ujar seorang mahasiswi yang tak mau disebutkan namanya.
Ada baiknya pihak fakultas selaku pengelola memperhatikan belasan komputer yang mangkrak dan jarang disentuh oleh mahasiswa. Peningkatan performa komputer dan bila tidak menutup kemungkinan penambahan kuota internet supaya aksesnya lebih cepat bisa menjadi solusi agar laboratorium ini bisa dimanfaatkan secara maksimal. Ruangan yang ditutupi karpet hijau dan sangat nyaman ini bahkan kalah ramai dengan toilet yang tak jauh berada di sebelahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar