BPMF - Biro Pers Mahasiswa Filsafat (BPMF) Pijar menggelar seminar
jurnalistik di Auditorium Fakultas Filsafat UGM, Yogyakarta, Sabtu
(3/12). Seminar ini dihadiri puluhan peserta yang berasal dari Fakultas
Filsafat dan dari fakultas lain seperti Teknologi Pertanian dan Fakultas
Hukum. Dalam seminar ini, peserta diajak untuk mengenal lebih jauh
tentang dasar-dasar jurnalistik. Pelatihan ini dimaksudkan agar peserta
dapat memahami seluk beluk dunia jurnalisme.
Acara dimulai sekitar pukul 9 pagi. Wakil Dekan III Fakultas Filsafat Dra. Sartini, M.Hum membuka acara dengan menyampaikan kata sambutan. Ia mengharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan budaya tulis menulis di kalangan mahasiswa.
Acara dimulai sekitar pukul 9 pagi. Wakil Dekan III Fakultas Filsafat Dra. Sartini, M.Hum membuka acara dengan menyampaikan kata sambutan. Ia mengharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan budaya tulis menulis di kalangan mahasiswa.
Sesi pertama tentang penulisan berita dan press release
disampaikan oleh Alfian Syafril. Materi yang disampaikan antara lain,
apa itu berita, nilai berita dan sumber berita. Presentasi yang memakan
waktu cukup panjang, tidak menyurutkan semangat peserta untuk tahu lebih
dalam tentang jurnalistik.
Presentator selanjutnya adalah
Adi Tri Pramono. Lulusan fakultas Filsafat tahun 2008 ini, menyampaikan
materi tentang penulisan artikel dan feature. Presentasinya
sempat terpotong jeda istirahat dan makan siang. Sesi ini diisi dengan
alunan musik akustik dari mahasiswa Filsafat angkatan 2010. Membawakan
beberapa lagu, suasana makan siang menjadi semakin meriah.
Setelah
makan siang, Pram melanjutkan penyampaian materinya,. Pram yang juga
bekerja di harian Jawa Pos ini mengungkapkan cara menulis feature. Menurutnya, menemukan peristiwa dan jalan cerita adalah cara pertama menuliskan feature. Setelah itu cek, ricek dan triple cek jalan cerita, memastikan sudut berita serta menentukan lead atau bagian pembuka tulisan.
Presentator ketiga, Rifqi Muhammad menjelaskan tentang bahasa jurnalistik. Pembicara terakhir, Tampan Destawan dari Fur Magazine mempresentasikan tentang media alternatif dan seni me-layout. Penyampaian materi yang sekaligus mengakhiri kegiatan workshop pada sore hari dilakukan sambil lesehan.
Secara
keseluruhan acara berjalan lancar, namun sempat mengalami beberapa
kendala teknis yang membuat peserta kurang paham tentang konsep workshop.
“Acaranya bagus, tetapi publikasinya kurang bagus dan beberapa kendala
teknis membuat acara ini tidak biasa.” ungkap Duha, mahasiswa fakultas
Teknologi Pertanian 2011.
Penanggung jawab umum acara,
Beni Satryo mengungkapkan kekhawatiran akan berkurangnya jumlah peserta
setelah istirahat. Namun, kekhawatiran tersebut tidak terbukti.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar